Penasaran dengan Proses Pembuatan anie? Simak Proses Lengkapnya dalam ‘Shirobako’!



 

Sinopsis:
Aoi Miyamori sewaktu sekolah bergabung dengan klub pembuatan animasi SMA Kaminoyama, yang beranggotakan empat anggota lainnya; Ema Yasuhara, Midori Imai, Shizuka Sakaki, serta Misa Toudou, berhasil melakukan debut amatir mereka dengan menciptakan animasi pendek dan ditampilkan dalam acara Festival Budaya. Momen itu menjadi langkah awal bagi Miyamori (lebih enyak dipanggi Myamori :v) dan teman-temannya melanjutkan impian mereka untuk bekerja dalam dunia animasi.



Dari kiri ke kanan; Mii-chan, Emmacchi, 
Deasel-san, Zuka-chan dan Myamori

Lompat dua setengah tahun setelah kelulusan, Myamori dan Ema Yasuhara (seorang teman dari klub animasi) ‘berhasil’ menemukan pijakan awal dengan bergabung bersama perusahaan animasi terkenal bernama Musashino Animation. Merasa senang setelah ‘meraih’ impian mereka, perlahan Myamori dan teman-temannya mulai mendapati masalah yang datang silih berganti selama proses pemembuatan anime yang mereka lakukan.

Bongkar-bongkar:
Cukup menarik selama saya menonton Shirobako, selain tema yang dipakai adalah proses pembuatan anime itu sendiri, saya pribadi cukup penasaran setelah membaca sinopsisnya.
Nah, berikut beberapa pencerahan dari saya spesial buat sodara-sodara sekalian.

  • ·         Complexity
Jujur saya sempet bingung diawal cerita karena, selain karakter Myamori dan Yasuhara, saya tidak begitu ingat nama karakter-karakter lainnya. Bukan berarti saya tidak pandai dalam menghafal nama, atau wajah orang, atau yang lainnya… tapi sejak episode pertama Shirobako sudah langsung menggunakan setting tempat kerja yaitu, perusahaan Musashino Animation tempat Myamori dan Yasuhara bekerja. Nah tidak heran jika kita langsung diperkenalkan dengan jajaran staff yang bekerja dalam perusahaan. 


Jangan sedih atuh...

Bukan bermaksud membingungkan penonton namun pengenalan seluruh staff yang ada ini bertujuaan untuk memberitahukan bahwa orang-orang ini memiliki peran penting dalam proses pembuatan anime yang dilakukan Musani (MUSashino ANImation). Oleh karena itu, seiring berjalannya proses pembuatan anime, mulai dari penentuan cerita hingga proses alih suara.

  • ·         Pembagian Sudut Pandang Karakter
Apa yang saya sukai dari Shirobako adalah pemakaian beberapa sudut pandang untuk menunjukkan masalah yang sedang dihadapi baik itu individu, ataupun dihadapi divisi tertentu. Tidak hanya melalui sudut pandang Myamori saja, tetapi disini akan ditujukkan juga melalui sudut pandang karakter-karakter lainnya. Bisa dibilang, ada beberapa karakter, atau divisi tertentu, yang memiliki arc khusus yang akan disorot dan diberikan ‘siksaan’ selama proses pembuatan anime.

Para staff saat melakukan 
penelitian lapangan

Jatah yang sama juga deiberikan untuk teman-teman Myamori. Yasuhara (Emmacchi) yang ingin menjadi animator, Midori Imai (Deasel-san) yang berusaha menjadi penuslis skrip, Misa Toudou (Mii-chan) yang berusaha menjadi animator 3D, serta Shizuka Sakaki (Zuka-chan) dengan ambisinya menjadi seiyuu. Dengan memberikan ‘dilema’ bagi setiap karakter, itu cukup berhasil dalam menciptakan perkembangan cerita yang semakin meluas. Sangat menarik karena dalam menghadapi suatu masalah, penonton bukan hanya diperlihatkan dari satu sudut pandang saja, namun juga melalui sudut pandang karakter-karakter lainnya.

  • ·         Alur Cerita yang ‘High-Tension’!
Untuk anime dengan jumlah 24 episode, Shirobako cukup menghibur dengan memainkan alur yang berkembang untuk menghidupkan cerita. Secara keseluruhan, menurut saya pribadi, anime ini bisa dibagi menjadi dua bagian yaitu, 12 episode awal untuk season 1, dan 12 episode akhir untuk season 2.
Kalau diibaratkan, di 12 episode awal, penonton seperti sudah disuguhi sebuah quest yang harus diselesaikan tanpa diberitahu alasannya. Myamori yang ditugaskan sebagai semacam pengawas untuk mengurusi satu episode (yang kemudian akan ditambahi tugas lagi) harus bolak balik mengurus tetek-bengek data yang diperlukan hingga anime siap tayang. Mungkin plot ini digunakan karena pada bagian pertama Shirobako anime yang diserialisasikan merupakan anime original work dari Musani sendiri. 


Saat tanggung jawab berada dipundakmu...

Di 12 episode lainnya, cerita lebih diperdalam dengan menceritakan proses pembuatan anime mulai 0. Berhubung anime yang akan diserialisasikan diangkat dari manga, disini kita disuguhi problematika yang dihadai perusahaan mulai dari mendesain karakter, berdiskusi dengan creator serta si mangaka, pencarian staff, hingga pemilihan orang untuk alih suara. Tentu saja, akan bermunculan karakter-karakter baru didalamnya.
Terlepas dari jumlah karakter yang menurut saya cukup banyak untuk anime yang berumur 24 episode, menurut saya itu memang diperlukan karena seperti itulah perusahaan pembuat anime. Malahan, saya berharap akan ada kelanjutan untuk anime Shirobako ini. :D
Penutup.
Setelah menonton Shirobako, saya sempat berpikir ulang tentang kerja yang dilakukan oleh staff produser anime disetiap musimnya. Saat saya sedang duduk-duduk senang sambil menonton anime, ketawa-ketiwi sendiri sewaktu nonton, dan selau berharap episode selanjutnya segera rilis; ternyata pekerjaan mereka dibalik layar tidaklah mudah! 


Para staff sekalian....

Selain itu, melaui Shirobako ini juga saya mendapatkan gambaran betapa derasnya dunia kerja. Dimulai dengan impian sewaktu SMA, dan kemudian terwujut setelah lulus sekolah. Myamori harus lebih berusaha agar bisa bertahan dalam menggeluti impian yang sudah dia capai. Tekanan, stress, hingga perasaan putus asa… semua bercampur menjadi makanan sehari-hari! Ini cukup wajar mengingat drama dan slice of life diusung sebagai tema dalam cerita.
Akhir kata, secara keseluruhan, Shirobako adalah anime yang menarik dengan ciri khasnya menggambarkan dunia kerja di perusahaan animasi. :D

Himbauan.
Jangan terlalu ambil pusing saat begitu banyak karakter diperkenalkan selama cerita berlangsung. Cukup nikmati saja!
Chao!

Comments

Popular posts from this blog

Detroit Metal City (DMC): Saat Pelarian Membawa Kembali Ketempat Awal

Kotonoha No Niwa: Hasrat untuk Menemukan Kenyaman dalam Hidup