Detroit Metal City (DMC): Saat Pelarian Membawa Kembali Ketempat Awal


Sinopsis:
Adalah Johannes Krauser ll, vokalis dari sebuah band indie DMC (Detroit Metal City), yang cukup terkenal dengan ciri khas ‘death metal’-nya. Johannes Krauser ll, atau sering dipanggil; Krauser ll, atau Krauser, dengan menyandang nama raja iblis, mengemban ‘misi’ untuk menaklukan dunia dan menjadi raja diatas semua mahluk yang ada––––setidaknya itulah kesan yang mereka bawakan saat tampil diatas pangung.


Diluar nama panggung yang dia gunakan saat konser, Krauser hanyalah seorang mahasiswa-yang-lulus-dengan-nilai-standar bernama Negishi Souichi. Berbanding terbalik dengan karakter yang dia perankan sebagai Krauser dalam DMC, Negishi cenderung pribadi yang berhati lembut, tidak kasar, cinta damai, dan hobi mendengarkan music Swedish dalam kesehariannya. 


Cukup menarik untuk mengikuti keseharian Negishi dalam menjadi agen ganda yang tidak hanya menjadi Negishi yang disukai dalam keluarga dan teman-teman disekitarnya, juga sebagai Krauser ll, vokalis dari DMC yang dicintai para penggemarnya.

Bongkar-bongkar:
 Termasuk anime lawas–rilis pada 2008 lalu, DMC mengusut tema musik dengan campuran komedi dalam ceritanya. Meski terlihat ada karakter perempuan yang menjadi gebetan si Negishi, itu hanya digunakan sebagai ‘pemanis’ untuk menyokong sisi komedinya. Dengan penggunaan gambar yang anti-mainstream cukup mengankat sisi komedi dalam anime ini, dan membuat saya tidak menyadari bahwa durasi dari DMC hanyalah setengah dari anime pada umumnya, yaitu sekitar 13 menit. 


Berikut rangkuman yang saya dapat dari animenya.

  • ·        Lagu yang ‘Mengairahkan’
Kesan ‘death metal’ langsung terasa dari lagu opening diawal anime. Untuk video klip dari lagu opening ini menggambarkan antusiasme dari para penggemar saat menghadiri konser panggung DMC. Tidak mudah untuk digambarkan dengan kata-kata memang, maka dari itu saya berusaha untuk tidak men-skip lagu opening-nya.

  • ·        Kombinasi Karakter Negishi-Krauser yang Luar Biasa!
Tentu saja bukan hal yang mudah bagi Negishi untuk membagi waktu–juga kepribadiannya, mengingat DMC sedang dalam trek positif serta mendapat respon yang baik dihati para penggemarnya. Ada kala dimana Negishi sedang menikmati waktunya selepas aktifitasnya sebagai vokalis DMC, namun itu semua berubah seketika di waktu yang tidak diduga-duga!


Satu persatu masalah muncul tidak hanya karena ulah ‘usil’ para penggemar fanatik DMC, terkadang Negishi sendirilah yang terkadang tanpa dia sadari menjadi ‘pemicu’-nya, hingga memaksa Krauser muncul untuk menyelesaikan–yang terkadang berubah menjadi lebih chaos. Hal ini menjadi nilai komedi tersendiri yang membuat anime DMC ini semakin menarik.

  • ·        Alur Cerita yang Tidak Rumit
Anime DMC ini tidak hanya mengusung tema music yang dibalut dalam bumbu komedi, tetapi juga menyisipkan pesan-pesan kehidupan melalui sosok Negishi. Sebagai sosok Krauser, dan anggota dari DMC, Negishi sendiri merasa kurang nyaman dengan apa yang dia lakukan. Setiap waktu dia berusaha untuk kembali menjadi Negishi yang seutuhnya dan bisa menikmati musik yang dia sukai. Namun, lambat laun, dirinya merasa mulai terikat dengan perannya sebagai Krauser–dimana setiap kali konflik muncul, itu semua berkaitan dengan DMC sehinggah hal itu memaksa Negishi Krauser turun tangan untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Negishi yang disukai dalam keluarga dan teman-teman disekitarnya, juga sebagai Krauser ll, vokalis dari DMC yang dicintai para penggemarnya. Dengan alur cerita yang mudah diikuti serta pem-fokus-an karakter selalu berkutat dengan Higashi-Krauser, anime ini tidak terlalu mengekspos karakter tambahan kecuali itu berkaitan dengan karakter utama. 

Penutup.
Anime DMC ini juga bisa dibilang menggambarkan pencarian jati diri dari Negishi-Krauser dalam ranah hiburan. 

Himbauan.
♪♪SATSUGAI… SATSUGAI… seyo!♪♪
♪♪SATSUGAI… SATSUGAI… seyo!♪♪

Chao!

Comments

Popular posts from this blog

Kotonoha No Niwa: Hasrat untuk Menemukan Kenyaman dalam Hidup

Penasaran dengan Proses Pembuatan anie? Simak Proses Lengkapnya dalam ‘Shirobako’!