Barakamon: Pencarian Jati Diri Seniman Kaligrafi



 
Sinopsis:
Berada ditingkat tertinggi popularitasnya sebagai seniman kaligrafi, dengan berbagai prestasi yang telah diraih, tidak seketika membuat Handa hanyut dalam kepuasan pribadi. Nyatanya, sebuah kritikan dari seorang kaligrafer senior membuat Handa terpancing emosinya dan secara spontan menghajar ditempat (lol).
Atas kejadian itu, sang ayah menyarankan agar Handa pergi menenangkan diri ke sebuah pulau terpencil. Berniat untuk mencari inspirasi, nyatanya tinggal disana tidak seketika membuat Handa merasa nyaman. Dan yang paling mengusiknya adalah anak-anak dagelan yang kerap kali mendatangi tempat tinggal Handa–yang mereka gunakan sebagai markas–saat sedang mengerjakan kaligrafinya.



Bongkar-bongkar:
Merupakan anime bergenre slice of life yang cukup menyenangkan untuk ditonton, Barakamon memberikan gambaran kehidupan pedesaan yang tenang dan ‘tentram’. Berikut rangkuman yang saya dapat dari Barakamon.
  •  Penuh dengan Kejutan
Cerita yang sederhana namun terkesan menyegarkan, dan cocok untuk ditonton semua kalangan umur. Dengan menggambarkan kehidupan pedesaan yang berbalut unsur komedi yang dapat membuat anda tertawa konyol.

 

Menggunakan banyak variasi karakter, Barakamon memberikan sentuhan yang berbeda dari anime lainnya. Adalah seiyuu yang menjadi pentolan tak terlihat dimata para penonton,. Jika anda lebih seksama mendengar suara khas para para karakter (khususnya karakter anak-anak) yang ada, anda akan merasakan ekspresi yang mereka tampilkan cukup sesuai dalam memainkan karakter anak-anak. Usut punya usut, para seiyuu-nya rata-rata memang masih anak-anak. Hebat sekali bukan!


Penggambaran suasana pedesaan yang terletak berdekatan dengan pantai menjadi poin tambahan tersendiri untuk anime ini. Handa yang merupakan seniman kaligrafi terkadang dimintai bantuan oleh penduduk desa, dan dari aktifitasnya bersama penduduk desa itu Handa juga mendapat inspirasi untuk menulis kaligrafinya. 
  • Semua Butuh Pengorbanan!
Handa selalu memegang teguh konsep dasar dalam setiap kaligrafi yang dia buat. Setelah mendapat kritikan dari seorang kaligrafer senior, hal itu langsung membuat dirinya sadar. Teknik yang diajarkan dari sang ayah, sama halnya dengan ajaran yang ayahnya dapat dari sang kakek. Ya, semua diturunkan dari setiap generasi. Memang benar jika kaligrafi yang dihasilkan Handa tidak lebih dari ‘buku tiruan’.
Merasa tidak puas atas apa yang telah dia dapat. Handa berusaha untuk menemukan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang menjadi ciri khasnya sendiri. Dengan datang ke pulau dan bertemu para penduduk serta Naru dan kelompoknya memberikan Handa inspirasi dalam menulis kaligrafinya. Tentu saja hal baru yang dia gunakan memberikan dampak derastis, karena dia juga harus mengubah konsep dasar yang telah lama dia pakai.
Himbauan
Tidak ada sayng perlu saya himbaukan :D
Penutup
Langsung ditonton kakak…
Chao!

Comments

Popular posts from this blog

Detroit Metal City (DMC): Saat Pelarian Membawa Kembali Ketempat Awal

Kotonoha No Niwa: Hasrat untuk Menemukan Kenyaman dalam Hidup

Penasaran dengan Proses Pembuatan anie? Simak Proses Lengkapnya dalam ‘Shirobako’!