Kotonoha No Niwa: Hasrat untuk Menemukan Kenyaman dalam Hidup
Sinopsis:
Tokyo,
di suatu pagi, di musim hujan; Takao Akizuki, seorang murid yang bermimpi ingin
menjadi pengrajin sepatu, memilih untuk bolos sekolah dan mampir ke sebuah
taman. Di taman itu, Takao bertemu Yukari
Yukino, seorang wanita cantik yang misterius.
Menawarkan
sebuah sepatu buatan tangan sendiri, Takao dan Yukino semakin sering bertemu di
taman itu, hingga rasa nyaman pun dirasakan keduanya setiap kali mereka bertemu
dan membuat mereka sejenak melupakan stress yang dirasakan masing-masing.
Bongkar-bongkar:
Cenderung
menggunakan alur cerita yang ‘pelan tapi pasti’, anime ini seakan mengajak
penonton untuk menikmati setiap momen yang disajikan dengan detail gambar yang
luar biasa indah! Terlebih, alunan BGM musik yang mendayu-dayu berhasil melebur
dalam cerita dan membantu membangun suasana dalam anime. Tak perlu berlama-lama
lagi, berikut rangkuman pribadi saya setelah nonton Kotonoha No Niwa, semoga
bisa menjadi referensi buat saodara-saodara sekalian.
- · Kesan Pertama yang Tidak Mengecewakan
Cukup
menarik karena banyak orang menunggu perilisan anime ini mengingat Makoto Shinkai-lah
sutradara dibalik pembuatannya. Terlepas dari nama hebatnya dengan berbagai
gelar individu yang telah dia raih dalam dunia animasi, Makoto Shinkai memang
memiliki ciri khasnya tersendiri dalam membuat animasi dengan jalan cerita yang
‘mengikat’ para penontonnya. Sebelum Kotonoha no Niwa, sudah ada 5 Cm Persecond
yang cukup sukses tayang dibioskop-bioskap berbagai belahan dunia.
Takao Akizuki
Yukari
Yukino
Makoto
Shinkai, yang baru saja merilis film animasi terbarunya beberapa waktu lalu;
Kimi no Nawa, bisa dibilang sudah memiliki tempat special sendiri dihati para
penggemarnya. Selain pengalamannya yang sudah cukup lama menggeluti dunia
animasi, kemampuannya dalam menciptakan ‘dunia baru’ dengan style gambar yang luar biasa
menakjubkan–meski hanya bisa dinikmati melalui layar kaca saja, memang patut
diacungi jempol. Tidak terkecuali juga dengan Kotonoha no Niwa dimana terdapat
begitu banyak pemandangan-pemandangan yang memanjakan mata. Salut untuk Makoto
Shinkai!
- · Gambar Terasa Nyata
Saya
tidak habis fikir, bagaimana bisa Makoto Shinkai mendapat ‘ide gila’ dalam
membuat anime Kotooha no Niwa ini. Di beberapa potongan cerita terlihat adegan yang
terasa sangat nyata! Bagaimana tidak, tingkat realitas yang terlihat dalam
animasi ini seakan tidak ada bedanya dengan apa yang ada di dunia nyata, mulai
dari; danau serta dedaunan di pohon, tetesan air hujan yang menetes, hingga
penggambaran pantulan bayangan dalam air sangat memanjakan mata penonton.
Gazebo di taman
Saat hujan turun
‘Kebiasaan
lama yang sulit dirubah,’ mungkin seperti itulah yang dirasakan Makoto Shinkai
yang mengingatkan saya dengan 5 Cm Persecond karena memiliki tipikal dunia yang
sama; dunia ciptaan Makoto Shinkai. Menggunakan gradasi pencampuran warna yang
saling ‘bentrok’, memang tidak bisa dipungkiri bahwa Makoto Shinkai adalah
masternya dunia baru.
- · Musik yang Menenangkan Hati
Dua
jempol untuk tim composer lagu yang berhasil menciptakan alunan musik yang begitu
klop dalam menghidupkan suasana dalam anime. Mulai dari awal hingga anime ini
selesai, memang terasa tidak begitu banyak variasi musik yang digunakan. Meski
begitu, dengan musik yang konsisten serta melebur dalam cerita menjadi poin
tersendiri bagi penonton.
Kotonoha
no Niwa sendiri bisa dibilang cukup ‘naggung’ jika di masukkan dalam kategori
film animasi, karena durasinya tidak genap 1 jam, yaitu kurang lebih 45 menit. namun
itu tidak akan menjadi satu masalah berarti bagi penonton untuk menikmatinya
sampai akhir.
Sempat
merasa jika tidak Kotonoha no Niwa tidak menggunakan lagu ost, akhirnya misteri
ini terkuak di beberapa menit sebelum anime usai. Adalah Morito Hata selaku penyanyi
lagu Rain yang ‘nyantol’ di akhir-akhir anime. Saya pribadi cukup menikmati
alunan musiknya meski masih awam dan tidak tahu terjemahan dari lagunya.
- · Alur Cerita yang Mudah untuk Diikuti
Menggunakan
plot maju dengan sedikit imbuhan flashback
kenangan masa lalu dari sang protagonist, Takao; cerita diawali dengan pertemuan
antara Takao dan Yukino. Di awal cerita memang belum ada gambaran jelas
mengenai kelanjutan ceritanya, serta apa yang terjadi diantara mereka berdua.
Namun seiring jalannya waktu alur cerita semakin berkembang, terutama disaat
Takao menawarkan untuk membuat sepasang sepatu untuk Yukino, disini interaksi
antara Takao dan Yukino mulai terjalin.
Dalam
perkembangan karakter Takao, menurut saya Yukino turut berperan andil dalam membangun
sisi kedewasaan Takao. Mengingat anime ini mengandung unsur drama dan ‘romance’,
disini kita disuguhkan hubungan ‘romance’ secara dramatis, dan bukan sekedar
recehan yang tidak bermutu seperti di FTV.
Seperti
yang saya katakana sebelumnya, pertemuan antara Takao dengan Yukari seakan
mendapatkan motivasi tambahan bagi Takao yang bermimpi menjadi pengerajin
sepatu. Namun keinginan untuk mewujudkan impiannya yang kuat membuat Takao
sedikit mengesampingkan perasaannya–egonya terhadap Yukino dan tidak
berkeinginan untuk mencari tahu lebih jauh tentang sosok Yukino ini, dilain
sisi Takao lebih memilih untuk melihat kenyataan dan berusaha menunjukkan kepada
Yukino bahwa dia mampu untuk mewujudkan impiannya itu.
Sepatu yang dibuat Takao untuk Yukari
Konflik
yang tidak terlalu berat menjadikan cerita enak untuk dinikmati. Bisa dibilang,
ini menggambarkan konflik sosial yang kerap terjadi dalam dunia pendidikan di
Jepang. Selain itu Takao juga tidak terlalu peduli dengan keadaan disekolahnya
dan memilih berkutat dalam dunianya sendiri. mengajarkan arti kedewasaan
melalui sosok Takao dan Yukino. Lambat laun, saat menjelang akhir cerita; seakan
menemukan titik terang, identitas Yukino-chan pun mulai terkuak.
Penutup.
Tidak
memaparkan terlalu banyak percakapan antar karakter, namun cenderung
menggunakan narasi-narasi pendek pemikiran dari si tokoh membuat anime ini enak
untuk ditonton. After all, menurut ane pribadi, Kotonoha No Niwa merupakan
movie yang cukup memuaskan, ya, memuaskan dengan ciri khas dari Makoto Shinka dalam
mengikat (literally) para penonton.
Himbauan.
Saya
tidak ingin meninjukkan penggambaran baik-buruknya anime ini dan mengembalikan
semuanya kepada penonton pribadi untuk menilai karena disini saya cuma
memberikan gambaran umum ceritanya untuk dijadikan referensi.
Chao!





Comments
Post a Comment